Harus Punya Tujuan Di Masa Depan “Hidup Nggak Harus Punya Semua Jawaban, Tapi Jangan Jalan Tanpa Arah”
www.solusisdmgroup.com – Nah Kita jujur-jujuran lagi aja ya. Banyak dari kita hidup hari ini dengan mode: kerja → gajian → habis. Bukan karena boros doang, tapi karena jujur… nggak kepikiran sejauh itu. Masa depan terasa jauh, sementara hidup hari ini aja udah ribet.
Ada satu temen kantor—sebut aja C. Umur masih 20-an, kerja oke, gaji cukup. Tapi tiap gajian langsung ke-tag: kopi, jajan, cicilan kecil-kecil yang katanya “buat self-reward”. Nabung? Nanti dulu. Dana darurat? Kayaknya belum butuh.
C mikir, “Santai aja, kan masih muda.”
Sampai suatu hari, kondisi kantor berubah. Proyek dipangkas, pengeluaran diketatkan. C masih kerja, tapi mulai kepikiran: kalau kenapa-kenapa, gue siap nggak ya?
Di sisi lain ada D. Nggak jauh beda. Sama-sama Gen Z, sama-sama bingung mau jadi apa 5 tahun ke depan. Bedanya, D punya satu prinsip: walau belum tahu tujuan akhir, minimal gue siap kalau hidup belok.
D nggak langsung jago finansial. Tapi dia mulai pelan-pelan: sisihin dikit tiap gajian, nahan FOMO yang nggak penting, dan mikir dua kali sebelum bilang “nanti aja”.
Bedanya kelihatan pas situasi mulai nggak enak. C panik, D deg-deg-an tapi masih bisa mikir.
Cerita ini bukan buat bilang semua orang harus punya life plan 10 tahun ke depan. Nggak semua orang tahu mau jadi apa, dan itu nggak apa-apa.
Tapi hidup tanpa arah dan tanpa persiapan itu dua hal yang beda.
Tujuan nggak harus muluk. Kadang cukup: gue pengen aman secara finansial, nggak ketar-ketir kalau ada apa-apa, dan punya opsi kalau hidup berubah.
Karena realitanya, dunia kerja sekarang nggak stabil. Dan yang paling kepukul bukan yang gajinya kecil—tapi yang nggak siap.
Kesimpulan:
“Kita boleh bingung soal masa depan. Tapi jangan sampai masa depan bingung karena kita nggak pernah siapin apa-apa.”
Mau tahu cara ngitung kebutuhan di masa depan? Yuk ikutin webinar Cerdas Finansial Untuk Karyawan di Era Digital
